Selamat Datang

20 Agustus 2009 2 komentar

logo patpiSelamat Datang di Weblog Patpi_Jogja, sebuah weblog yang dipersembahkan sebagai sarana komunikasi antar sesama anggota Patpi Cabang Jogjakarta.  Selain itu, weblog ini sekaligus juga sebagai sarana berbagi informasi dengan masyarakat mengenai dunia pangan dan hasil pertanian.

PATPI merupakan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia yang dibentuk dengan tujuan untuk membina dan mengembangkan bidang keahlian Teknologi Pangan pada umumnya termasuk ilmu-ilmu lain yang berhubungan dengan bidang pangan, dan membina, mengembangkan dan menerapkan Teknologi Pangan di Indonesia pada khususnya, serta meningkatkan keahlian dan kemampuan profesi yang berhubungan erat dengan kegiatan pekerjaan para anggotanya dalam bidang Teknologi Pangan.

PATPI bergerak dalam bidang Teknologi Pangan yang ruang lingkupnya mencakup aplikasi ilmu dasar, antara lain ilmu kimia, fisika, dan mikrobiologi serta prinsip-prinsip keteknikan (engineering), ekonomi dan manajemen pada seluruh mata rantai penggarapan bahan pangan sejak dipanen sampai dikonsumsi.

Oleh karenanya di dalam weblog ini disajikan informasi seputar pangan dari kajian secara ilmiah dan disajikan secara ilmiah populer sesuai dengan sasaran pembaca masing-masing . Artikel ilmiah yang disajikan dalam weblog ini terutama adalah artikel ilmiah yang ditulis oleh warga Patpi Jogja dan telah dipublikasikan di majalah ilmiah AGRITECH atau majalah ilmiah lain sebelumnya. Hal ini semata-mata hanya bertujuan untuk lebih menyebarluaskan informasi ilmiah kepada masyarakat luas tentang kemajuan ilmu pengetahuan yang telah dicapai hingga saat ini dibandingkan apabila informasi tersebut hanya dipublikasikan secara terbatas dalam bentuk majalah saja. Selain itu di dalam weblog ini juga disajikan link jurnal pilihan dengan berbagai bidang ilmu pangan, gizi, kesehatan, kimia, mikrobiologi, dan sebagainya.

Sebagai akhir kata, semoga keberadaan weblog ini akan semakin mempererat silaturahmi dan memperkuat komitmen antar anggota  Patpi Jogja untuk ikut andil dalam pembangunan bangsa. Semoga.

Salam,

Patpi Jogja

Iklan

HEALTHY FOOD

19 Mei 2010 3 komentar

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kategori:Beranda

TATA CARA PENDAFTARAN MAKANAN DAN MINUMAN DI BADAN POM REPUBLIK INDONESIA

5 September 2009 8 komentar

Untuk melindungi masyarakat dari produk pangan olahan yang membahayakan kesehatan konsumen, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan keamanan pangan. Salah satunya adalah peraturan mengenai kewajiban pendaftaran produk pangan olahan seperti yang tercantum dalam PP No. 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Institusi pemerintah yang bertanggungjawab terhadap peredaran produk pangan olahan di seluruh Indonesia adalah Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) RI.

Baca selanjutnya…

SIFAT PROOKSIDATIF FORTIFIKAN NaFeEDTA DAN Fe-SULFAT PADA KECAP HASIL FORTIFIKASI* (Oleh : Sri Naruki, Mary Astuti, Yustinus Marsono, dan Sri Raharjo**)

27 Agustus 2009 99 komentar

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan fortifikan NaFeEDTA dan FeSO4 pada kecap manis, terhadap angka peroksida dan angka TBARS komponen minyak, serta kadar senyawa karbonil komponen asam amino pada larutan kecap model. Sebagai kontrol, digunakan kecap tanpa fortifikasi. Dosis fortifikan adalah 266 mg Fe/L kecap. Pengaruh penambahan H2O2 terhadap peningkatan oksidasi juga dievaluasi. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa bila tidak ada penginduksi oksidasi, maka NaFeEDTA maupun FeSO4 tidak memicu oksidasi komponen minyak maupun asam amino.  Adanya penginduksi oksidasi, dalam hal ini H2O2, terbukti meningkatkan laju oksidasi, yang tercermin dengan adanya kenaikan angka peroksida, angka TBARS, dan kadar senyawa karbonil. Peningkatan laju oksidasi yang terjadi pada kecap hasil fortifikasi dengan NaFeEDTA tidak lebih besar daripada peningkatan pada kecap hasil fortifikasi menggunakan FeSO4 .

Kata kunci : fortifikasi, NaFeEDTA, angka peroksida, angka TBARS, senyawa karbonil

Baca selanjutnya…

PENGARUH LAMA PENGECAMBAHAN TERHADAP KANDUNGAN a-TOKOFEROL DAN SENYAWA PROKSIMAT KECAMBAH KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.)* – Oleh : Sri Anggrahini **)

27 Agustus 2009 8 komentar

Abstrak

Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh lama perkecambahan pada produksi a-tokoferol dan perubahan kandungan lemak, protein, abu dan karbohidrat kecambah kacang hijau. Proses perkecambahan dilakukan selama 0, 12, 24, 36 dan 48 jam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa a-tokoferol diproduksi setelah proses perkecambahan selama 36 dan 48 jam dengan hasil masing-masing sebesar 0,21 µg/g  dan 0,53 µg/g kecambah kacang hijau. Tidak terjadi perubahan secara nyata pada kandungan protein, abu dan karbohidrat, tetapi kandungan lemak dan air terjadi perubahan secara nyata selama waktu perkecambahan.

Kata kunci : Kecambah kacang hijau, perkecambahan, a-tokoferol

Baca selanjutnya…

Flu Babi, Emerging Pathogens dan Pangan (Oleh : Ratih Dewanti-Hariyadi*)

23 Agustus 2009 27 komentar

Beberapa hari terakhir ini, kita membaca berita merebaknya pandemi flu babi yang telah menelan ratusan korban. Padahal berita mengenai flu Singapura baru saja kita dengar serta flu Burung yang masih terus menyebabkan outbreaks. Sebelumnya kita juga dihebohkan dengan penyakit serupa yakni SARS (severe acute respiratory syndrome).

Semua penyakit influenza di atas disebabkan oleh virus.Makhluk ini adalah mikroorganisme yang sangat sederhana berukuran sangat kecil (100-200-an nm) yang umumnya hanya disusun oleh DNA atau RNA (tidak pernah keduanya) dan protein.Virus menginfeksi inangnya dengan menginjeksikan RNA atau DNA nya ke dalam sel reseptor inang yang kemudian bisa terkooptasi mendedikasikan dirinya untuk melakukan replikasi, transkripsi, dan translasi virus tersebut. Oleh karenanya virus bersifat obligat intraseluler parasit yang artinya hanya hidup di dalam jaringan/sel hidup dan hidup/perkembangbiakannya sangat bergantung pada inangnya.

Baca selanjutnya…

Tata Cara Pengajuan Permohonan SPP – IRT

Produk pangan yang dikonsumsi masyarakat haruslah aman dari bahan-bahan berbahaya, baik bahaya kimiawi, bahaya mikrobiologis, maupun bahaya fisik. Guna memberikan keamanan pangan bagi konsumen, maka diperlukan sistem pembinaan dan registrasi produk kepada para produsen pangan. Untuk  mendapatkan Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP – IRT) , berikut persayartan-persyaratannya :

Baca selanjutnya…